Saturday, 27 October 2018

Peduli Haters

Belum lama ini Atta Halilintar bikin lagu baru berjudul Work Hard Pray Hard, dalam kurung Diss Haters. Dia sendiri yang nyisipin dua kata itu di dalam judulnya. Nggak tau cuma iseng atau sengaja buat narik views YouTube, yang jelas judulnya nggak nyambung.

Begini lho, Mas Atta terkece terkeren tersolid yang saya hormati. Itu judul utamanya kan Bekerja dan Berdoa, kenapa judul sisipannya Diss Haters? Persoalannya adalah: doa itu positif. Nge-diss itu negatif. Kontradiksi dong? Kalau abis berdoa malah nge-diss, ya pahala Anda ditarik lagi. Ingatlah, Mas Atta, satu dosa tak pernah lebih baik dari seribu pahala. Ehm.

Gue udah dengerin lagunya. Dan menurut gue nggak jelek kok (meskipun nggak bagus-bagus amat sih). Cuma yang gue heran, kenapa Atta nge-diss haters? Soalnya dia sendiri pernah ngomong nggak akan peduli sama para hater. Tapi mencoba positif thinking, mungkin waktu bikin lagu ini Atta baru sadar, "Hm, sepertinya haters aku cukup penting untuk dipedulikan. Sebab mereka adalah salah satu sumbangsih terbesar yang membuat namaku tenar!"

...atau bisa juga untuk menghibur para Ateam, supaya mereka punya ringtone buat dijadiin nada dering kalau ada yang nelepon.

Usut punya usut, lagu Diss Haters ini emang Atta ciptain untuk ngata-ngatain balik semua orang yang suka ngatain dia. Pernyataan ini bisa kalian simak dalam video Roy Richardo yang berjudul "ATTA YOUTUBER SOMBONG? PART 1", dan di thumbnail videonya disisip tulisan "ATTA NGE-DISS SIAPA AJA?" lengkap dengan dua foto musisi fenomenal sebagai clue, seolah mau ngasih tau: "Gaes, ini lho, dua orang yang Atta sindir di lagunya!"
Link: youtu.be/3teIzC516_8

Yah, kalau foto itu tujuannya buat clue, masih terlalu frontal dan ketebak banget. Tapi bisa dibilang sebuah bentuk kebaikan karena saat YouTuber lain ngandelin "clickbait", YouTuber yang satu ini malah jujur blak-blakan. Mantul.

Kembali ke lagu Atta Halilintar. Kalau kita mau berbesar hati buat dengerin lagunya, lirik lagu Work Hard Pray Hard itu sebenarnya banyak mengajarkan kebaikan lho. Asal jangan sambil nonton video klipnya, terutama bagi kalian yang merasa #SobatMiskin.

Tapi sebelum dengerin, kita bahas dulu di sini. Sekalian aja mumpung kamu lagi baca. Oh ya, karena gue nggak hafal liriknya (dan Atta juga nggak jelas ngomong apaan), gue copas lirik ini dari blog penyedia lirik lagu. Terima kasih, wahai admin yang kebetulan Ateam terniat terkece terkeren tersolid sedunia.

"Numbers dont lie, angka yang berbicara
Kerja keras terbayar, Im the king, yeah
Do it little big, must it you should know, yeah
Everybody know siapa rajanya"

Angka tidak berbohong dan hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Di bait ini, Atta seolah menegaskan bahwa angka lima juta subscribers yang ia miliki sekarang adalah nyata hasil kerja kerasnya. Dan angka itulah yang membuat dirinya bisa mendapat julukan King of YouTube Indonesia. Hmm, oke, tapi usaha apaan nih? Usaha bikin judul clickbait?

"Gue sikat is gonna rap is gonna rap
Yang dulunya angkuh sekarang ngemis collab
Gak bakal kukejep yeah kukejep
Bantai mereka dengan juta-juta subscribers"

Tunggu, di bait pertama memotivasi, kenapa bait berikutnya jadi nyombong gini? Harusnya kalau udah jadi "Raja", saat ada "Pengemis" yang minta kolaborasi ya terima aja. Raja kan harus bijaksana. Bukannya malah ngebantai pake jumlah subscribers dong. Hehe.

"Mereka cuma iri, sebut gua ria
Hidup mandiri, bukan duit orang tua
Nggak cuma Youtubers, gue pengusaha
Presidennya Ateam, mereka keluarga"

Nah, bait ini bagus lagi nih. Selain memotivasi, liriknya juga menginspirasi. Kita emang harus hidup mandiri dan jangan cuma pamerin duit orang tua. Selain itu, kalau mau sukses jangan cuma ngandelin YouTube. Mentang-mentang jadi gamer sempat booming, bukan berarti kerjaannya main game doang.

"Ateam gua ori, bukan KW super
Anak baik-baik, bukan bad girl
Banyak yang mengaku raja dari langit
Namun saat gue hadir, semua raja berakhir"

Bait ini gue nggak komen deh. Lagian udah cukup jelas kan siapa "Bad Girl" dan "Raja dari Langit" yang Atta maksud? Iya, itu dua musisi fenomenal yang fotonya nyempil di thumbnail video Roy Richardo.

Selain kedua musisi fenomenal itu, ternyata Atta juga nge-diss beberapa orang lagi. Tanpa terkecuali duo hakim Majelis Lucu Indonesia (MLI), yakni Tretan Muslim dan Coki Pardede.

Seolah nggak mau kalah, duo maha lucu ini bikin video tanggapan di channel MLI dalam segmen DebatKusir khusus Atta episode tiga. Coki bilang, "Yang gue heran, kenapa sih, para YouTuber kalau ada masalah sama seseorang bukannya ketemuan malah bikin diss track?"

Gue pause di bagian itu, terus nyeletuk, "Lah, iya juga ya?" contoh gampangnya, beberapa waktu lalu sempat rame video diss track dari Ericko Lim ketika ada masalah sama Si Gamer Ganteng. Dan, baru-baru ini juga Ericko bikin diss track lagi buat seseorang. Kenapa harus pake diss track? Atau, kenapa YouTuber kalau ada masalah suka tiba-tiba jadi rapper?

Well, gue masih bersyukur sih karena tradisi diss track ini cuma dilakuin para rapper dan YouTuber. Kebayang nggak kalau ini dilakuin sama para tokoh politik? Tapi kayaknya asik juga kalau bisa nonton Prabowo sama Jokowi nge-rap. Yah, kita tunggu aja, siapa tau dalam waktu dekat ini salah satu dari mereka ada yang mau masuk 100 Entertainment, industri musik milik Abang Lex. #YOGS #Takis

PS: y'all know Im not rapper, so y'all know this not diss post. This is roasting—one of many services I offer to people who act kinda funny, and I respect them. Cheers ya!
Share to:

19 comments:

  1. Haters tuh nggak usah ditanggepin. Nggak penting. Bolehnya tuh bikin video yang banyak, terus ngomongin haters di setiap video─tiga video aja ngga usah banyak-banyak. Oh, iya! sama bikin lagu rap. Bikin lagu rap si yang paling penting. Etapi, nanggepin haters nggak boleh, ya.

    Salam dari Ateam tersolid tersuper ter ter terkece di..


    etapi boong. Hiya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yo wasap sobat Ateam terkece terkeren tersolid sedunia!

      Saya setuju dengan Anda. Haters tidak penting, yang penting adalah jadwal Ujian Nasional.

      #AkuCintaAteamTersolid
      #TapiLebihSukaUmatLucu

      Hiya hiya hiya~

      Delete
    2. Ini virus hiya hiya sampe sini juga..haha
      Teamnya Gigip apa nih namanya?

      Aku lagi bayangin nih kalau para politikus ngikutin tradisi diss track :D

      Delete
    3. Nama tim saya Sobat Gipster. Kaum-kaum yang percaya nggak semua hal harus diseriusin, meskipun nggak semua hal bisa dibercandain. Azek.

      Delete
  2. Gue nggak ngikutin mereka nih, jadi gue nggak paham. Tapi btw, gue kepikiran sesuatu. Kalau lo baca ini, coba WhatsApp gue ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idih, mau banget disapa duluan? Memangnya Anda siapa? Hanya Ransoeky yang boleh meminta saya kirim chat duluan. Anda tidak. Bhay~

      Delete
  3. Yah yah, malah jadi ngerasanin orang ni dah wkwk. Aku Cinta atta halilintar, tapi aku lebih Cinta awkarin hiyak hiyak. Tapi sedih mas, belum bisa muv on karna Coki muslim go out hiks hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sarkasin, bukan rasanin.

      Anda Ateam Awkarin? Kirain Ateam Atta.

      Aku cinta Awkarin! Tapi lebih suka Anya Geraldine! Tapi hati tetap Ransoeky!

      Hiya hiya hiya

      Coki Muslim akan jadi legenda di dunia komedi!

      Delete
  4. 1st time coming here
    sebagai orang yang jarang buka yutub
    saya benar" gak paham kenapa orang ini bisa jadi viral
    tapi salut juga ya
    di usia muda udah kaya sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Atta Halilintar uangnya banyak. Dia kan bisnis juga. Nggak cuma andelin YouTube. Bagus ini. Anak muda memang harus belajar nyari uang mandiri.

      Delete
  5. mz atta keren




    tapi boong
    hiya hiya hiya

    ReplyDelete
  6. Saya justru mendukung langkah yang diambil para youtuber untuk melawan hatersnya dengan menciptakan diss track. Kenapa? Karena mereka berkarya. Ada proses kreatif yang mereka lalui, dalam hal ini menulis lirik, menentukan dan menciptakan nada. Dan itu nggak gampang, lho. Ada seni di dalamnya.

    Kalau diss track termasuk seni dan ada proses kreatifnya, gimana dengan ngebacot seperti yang dilakuin duo hakim lucu MLI? Tentu, itu juga termasuk seni. Seni dalam beretorika. Bukankah para pejabat dan tokoh politik negara ini juga cuma modal bacot? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue malah jadi mikir, kok pada suka ngasih label haters ke orang ya? Gue sih lebih setuju sama esai Ernest Prakasa, kebebasan kritik itu tidak membuat kritikus harus dihakimi seleranya, apalagi sampai diberi label haters.

      Tapi kalau soal seni dalam diss track, setuju. Meskipun nggak semua diss track liriknya bagus. Banyak yang ngasal juga soalnya.

      Diss track O Aza Ya Kan milik Young Lex itu bagus kok. Diss Track perdana Ericko Lim juga mantep. Liriknya, musiknya, beuh. Jago emang Ericko. Hahaha

      Delete
  7. Atta Halilintar kalau bersin bunyinya bakal :

    HA.. HAAAA... HAAASSSIIIIIIIIIYAAAAAAAAP!

    ReplyDelete
  8. Masalahnya adalah gua kurang tau sama atta halilintar hehe,maklu gua kuper gitu hehe

    ReplyDelete
  9. Aku gak punya haters. Atau mungkin punya tapi akunya gak peduli...
    *emang lo siapa, njir... 🙄

    ata hailintar itu mirip yg kayak di iklan tv yg joget2 itu.. duh ga gaul nih. kudet hahah.
    liriknya keren juga. ga usah ngmongin org lain lah klo masih dpt duit dr orang tua. yg diomongin udha bisa cri duit sndiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ampun, Mak. Iya maaf. Nggak lagi-lagi deh. Huhu.

      *sujud
      *sembah

      Kau tak punya haters, tapi punya fans. Siapa? Woya saya dong! Huhu

      Delete